Telkom dan BW Digital Hadirkan Infrastruktur Kabel Bawah Laut NCC

Diposting pada : 2026-08-11 | Tags :

 nfrastruktur kabel bawah laut

Transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan aplikasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), atau pusat data (data center). Di balik seluruh layanan digital tersebut, terdapat infrastruktur konektivitas yang menjadi fondasi pertukaran data global, yaitu sistem kabel serat optik bawah laut (submarine cable system).

Menurut International Cable Protection Committee (ICPC), lebih dari 95% lalu lintas data internasional mulai dari akses internet, layanan cloud, transaksi keuangan, hingga komunikasi bisnis ditransmisikan melalui jaringan kabel bawah laut.

Dibandingkan teknologi satelit, kabel serat optik menawarkan kapasitas yang jauh lebih besar, latensi yang lebih rendah, serta tingkat keandalan yang lebih tinggi sehingga menjadi tulang punggung internet global.

Di Indonesia, kebutuhan terhadap konektivitas internasional terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA 2024 yang diterbitkan Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan Indonesia masih menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, didorong oleh berkembangnya layanan cloud, e-commerce, fintech, AI, dan berbagai layanan digital lainnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), bersama BW Digital dan didukung Nongsa Digital Park (NDP) menghadirkan Nongsa-Changi Cable System (NCC).

Menurut keterangan resmi Telkom, sistem kabel bawah laut ini menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu gerbang digital Indonesia menuju jaringan global.

Baca Juga: Infrastruktur Digital yang Menjadi Fondasi Transformasi AI

Apa Itu Nongsa-Changi Cable System (NCC)?

Nongsa-Changi Cable System (NCC) merupakan sistem kabel serat optik bawah laut yang dirancang untuk menyediakan jalur komunikasi berkapasitas tinggi antara Indonesia dan Singapura. Proyek ini menjadi bagian dari strategi TelkomGroup dalam memperkuat konektivitas internasional sekaligus mendukung berkembangnya ekosistem digital nasional.

NCC merupakan salah satu dari dua sistem kabel Batam–Singapura yang dikembangkan TelkomGroup bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA). Keduanya menjadi bagian dari Indonesia Cable Express (ICE), jaringan kabel internasional yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, keandalan, dan keberagaman rute komunikasi lintas negara.

Keberadaan jalur baru ini tidak hanya menambah kapasitas pertukaran data internasional, tetapi juga meningkatkan network resilience atau ketahanan jaringan. Dengan tersedianya alternatif jalur komunikasi, layanan digital memiliki risiko gangguan yang lebih kecil apabila terjadi kendala pada salah satu sistem kabel bawah laut.

Kolaborasi Telkom, BW Digital, dan Nongsa Digital Park

Pembangunan NCC merupakan hasil kolaborasi antara TelkomGroup, BW Digital, dan Nongsa Digital Park, yang masing-masing memiliki peran dalam membangun ekosistem digital Indonesia.

Pendaratan kabel NCC di Nongsa Digital Park menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas Batam dengan Singapura. Peresmian proyek tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputy Prime Minister sekaligus Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong, beserta jajaran pimpinan TelkomGroup, BW Digital, dan Nongsa Digital Park.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa proyek NCC bukan sekadar pembangunan infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga bagian dari kerja sama strategis Indonesia dan Singapura dalam memperkuat ekonomi digital kawasan.

Mengapa Infrastruktur Kabel Bawah Laut Semakin Penting?

Meningkatnya penggunaan layanan digital membuat kebutuhan terhadap konektivitas internasional terus bertambah. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara lokal kini semakin bergantung pada pertukaran data lintas negara, mulai dari penyimpanan data di cloud, konferensi video, transaksi keuangan digital, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Menurut laporan e-Conomy SEA 2024 yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Asia Tenggara terus menunjukkan pertumbuhan, dengan Indonesia tetap menjadi pasar terbesar di kawasan.

Pertumbuhan tersebut diikuti oleh meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur jaringan yang mampu mengirimkan data dalam jumlah besar secara cepat dan andal.

Dalam kondisi tersebut, sistem kabel bawah laut menjadi komponen yang tidak tergantikan. Dibandingkan satelit, kabel serat optik bawah laut menawarkan kapasitas transmisi yang jauh lebih besar, latensi lebih rendah, serta tingkat keandalan yang lebih tinggi untuk mendukung layanan digital berskala global.

Semakin banyak perusahaan memanfaatkan layanan cloud computing, analitik data, hingga AI untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Seluruh layanan tersebut membutuhkan infrastruktur jaringan yang mampu mengirimkan data dalam jumlah besar tanpa mengorbankan kecepatan maupun stabilitas koneksi.

Bagi penyedia pusat data (data center), konektivitas internasional menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kualitas layanan. Semakin cepat data dapat berpindah antarnegara, semakin baik pula pengalaman pengguna ketika mengakses aplikasi, layanan digital, maupun sistem bisnis yang berjalan di lingkungan cloud.

Karena itu, pembangunan sistem kabel bawah laut seperti NCC tidak hanya menambah kapasitas jaringan, tetapi juga memperkuat fondasi bagi berkembangnya berbagai teknologi digital yang semakin bergantung pada pertukaran data secara real-time.

Baca Juga: Mega Proyek Kabel Laut SEA ME WE 5 telah Mendarat di Dumai

Bagaimana NCC Memperkuat Posisi Batam sebagai Digital Hub?

Selama beberapa tahun terakhir, Batam berkembang menjadi salah satu kawasan strategis bagi industri digital Indonesia. Letaknya yang hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Singapura menjadikan kota ini memiliki keunggulan geografis untuk mendukung pertukaran data internasional dengan latensi rendah.

Keberadaan Nongsa Digital Park semakin memperkuat posisi tersebut. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat inovasi digital yang menampung berbagai perusahaan teknologi, pengembang perangkat lunak, pusat data, hingga pelaku industri digital dari Indonesia maupun luar negeri.

Pendaratan NCC di Nongsa Digital Park melengkapi ekosistem digital yang telah berkembang di kawasan tersebut. Jalur komunikasi baru ini memberikan konektivitas langsung menuju Singapura, salah satu pusat konektivitas digital terbesar di Asia, sehingga meningkatkan daya tarik Batam sebagai lokasi investasi infrastruktur digital.

Ketersediaan jaringan internasional yang andal menjadi salah satu pertimbangan utama perusahaan global ketika memilih lokasi pembangunan pusat data maupun fasilitas digital lainnya.

Dengan hadirnya NCC, Batam memiliki infrastruktur konektivitas yang semakin kompetitif untuk mendukung kebutuhan perusahaan teknologi, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga operator telekomunikasi yang melayani pasar regional.

Menurut Telkom, penguatan konektivitas melalui NCC diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih terintegrasi sekaligus membuka peluang investasi baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Manfaat NCC bagi Dunia Usaha dan Transformasi Digital Indonesia

Pembangunan infrastruktur digital tidak hanya memberikan manfaat bagi operator telekomunikasi, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih luas bagi berbagai sektor industri. Semakin baik konektivitas internasional yang dimiliki suatu negara, semakin besar pula peluang berkembangnya layanan digital yang membutuhkan pertukaran data secara cepat, aman, dan berkelanjutan.

Kehadiran Nongsa-Changi Cable System (NCC) menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung kebutuhan tersebut. Jalur komunikasi berkapasitas tinggi ini diharapkan mampu memperkuat layanan digital sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital regional.

Mendukung Kebutuhan Penyedia Cloud dan Data Center

Perusahaan penyedia layanan cloud dan pusat data membutuhkan jaringan yang mampu menangani lalu lintas data dalam volume besar dengan tingkat ketersediaan (availability) yang tinggi. Hal ini penting karena pelanggan mengharapkan layanan digital tetap dapat diakses tanpa gangguan, kapan pun dan dari mana pun.

Melalui konektivitas langsung antara Batam dan Singapura, NCC membantu mempercepat pertukaran data sekaligus menyediakan kapasitas tambahan untuk mendukung operasional pusat data berskala besar. Menurut Telkom, penguatan konektivitas ini melengkapi ekosistem digital yang tengah berkembang di Nongsa Digital Park dan memperkuat peran Batam sebagai lokasi strategis bagi pengembangan data center.

Meningkatkan Ketahanan Jaringan Internasional

Selain menambah kapasitas, pembangunan jalur kabel bawah laut baru juga meningkatkan network resilience atau ketahanan jaringan. Dalam infrastruktur telekomunikasi, keberadaan lebih dari satu jalur komunikasi menjadi faktor penting untuk menjaga kontinuitas layanan. Jika terjadi gangguan pada salah satu sistem kabel, lalu lintas data dapat dialihkan melalui rute alternatif sehingga risiko terputusnya layanan dapat diminimalkan.

Bagi pelaku usaha, ketahanan jaringan seperti ini sangat penting karena banyak aktivitas bisnis kini bergantung pada konektivitas digital, mulai dari transaksi keuangan, komunikasi perusahaan, layanan pelanggan, hingga operasional berbasis cloud.

Membuka Peluang Investasi Teknologi

Infrastruktur digital yang semakin kuat juga menjadi daya tarik bagi investor. Perusahaan global umumnya mempertimbangkan kualitas konektivitas ketika menentukan lokasi pembangunan pusat data, fasilitas komputasi awan, maupun layanan digital lainnya.

Dengan bertambahnya jaringan internasional seperti NCC, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi pada sektor teknologi. Investasi tersebut tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur digital, tetapi juga membuka peluang kerja, meningkatkan transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai ekonomi digital Asia Tenggara.

NCC Menjadi Fondasi Konektivitas Digital Masa Depan

Transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar inovasi aplikasi atau teknologi AI. Di balik berbagai layanan digital yang digunakan setiap hari, dibutuhkan infrastruktur komunikasi yang mampu menghubungkan berbagai negara secara cepat, stabil, dan aman.

Kolaborasi TelkomGroup, BW Digital, dan Nongsa Digital Park melalui pembangunan Nongsa-Changi Cable System (NCC) menunjukkan pentingnya sinergi dalam membangun fondasi konektivitas digital Indonesia.

Menurut Telkom, proyek ini tidak hanya memperkuat hubungan digital Indonesia dan Singapura, tetapi juga mendukung pengembangan Batam sebagai salah satu gerbang digital nasional yang terhubung dengan ekosistem global.

Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap cloud computing, Artificial Intelligence (AI), data center, dan berbagai layanan digital lainnya, keberadaan infrastruktur seperti NCC akan semakin penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Baca Juga: TelkomGroup Siap Gelar Kabel Laut Internasional Asia Tenggara-Eropa