Empower Our People

TelkomGroup berkomitmen untuk memberdayakan karyawan, pelanggan, serta masyarakat sebagai bentuk praktik bisnis yang bertanggung jawab. Upaya TelkomGroup dimulai dengan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan aman bagi seluruh karyawan tanpa terkecuali, untuk mendorong inovasi guna memberikan layanan yang unggul kepada masyarakat. Sehingga, kapabilitas digital TelkomGroup dapat memberikan dampak positif bukan hanya kepada keberagaman, kesetaraan, dan inklusi serta kesehatan dan keselamatan karyawan, namun kepada masyarakat luas seperti hubungan pelanggan serta inklusivitas digital dan pelibatan komunitas.

Our Planet Our Planet

TelkomGroup menempatkan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mendukung transformasi digital dan menjaga daya saing perusahaan. Melalui lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan kolaboratif, TelkomGroup terus memperkuat praktik keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI), kesehatan dan keselamatan kerja, pengalaman pelanggan, serta inklusivitas digital dan pelibatan masyarakat. Pada tahun 2025, TelkomGroup mencatat skor employee engagement sebesar 85,13 dengan kategori “sangat terlibat”, mempertahankan zero fatality akibat kecelakaan kerja, mencapai skor Net Promoter Score (NPS) sebesar 63 dengan kategori “Excellent”, serta meningkatkan jumlah UMK Naik Kelas sebesar 12,6%.

TelkomGroup terus memperkuat budaya perusahaan melalui implementasi Digital Ways of Working: BISA (Bravery, Integrity, Service Excellence, dan Agility) yang mendukung penguatan kapabilitas digital, budaya kerja adaptif, dan transformasi organisasi. TelkomGroup juga menjalankan berbagai inisiatif pengembangan talenta melalui People Development Plan 2025, program Digital Talent Readiness, AI Center of Excellence (AI CoE), platform pembelajaran myDigiLearn, serta program sertifikasi, beasiswa, dan leadership development guna mempercepat kesiapan talenta menghadapi perkembangan teknologi digital dan AI. Hingga akhir 2025, talenta digital mencapai 20,2% dari total karyawan TelkomGroup.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan, TelkomGroup menerapkan kebijakan rekrutmen inklusif tanpa diskriminasi, remunerasi yang setara, flexible working arrangement, serta Respectful Workplace Policy (RWP) untuk mencegah diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan di lingkungan kerja. TelkomGroup juga terus memperluas partisipasi perempuan dan kelompok difabel di dunia kerja, memperkuat hubungan industrial yang konstruktif melalui komunikasi aktif dengan serikat pekerja, serta menyediakan berbagai saluran umpan balik karyawan. Secara keseluruhan, strategi human capital TelkomGroup mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun organisasi yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui pengembangan talenta yang inklusif dan berorientasi masa depan.

TelkomGroup menempatkan perlindungan karyawan sebagai prioritas utama melalui komitmen terhadap budaya Zero Accident dan Zero Fatality. Sepanjang tahun 2025, Penerapan SMK3 TelkomGroup telah mencapai cakupan 100% bagi seluruh karyawan maupun tenaga kerja di entitas-entitas utama perusahaan. Pencapaian ini diperkuat dengan penyelesaian audit internal serta perolehan sertifikasi eksternal ISO 45001 dengan tingkat kepatuhan penuh, guna memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar keselamatan internasional. Untuk memitigasi risiko secara menyeluruh, Telkom juga menjalankan proses HIRADC secara rutin serta melakukan pengawasan langsung melalui program management walkthrough.

Melengkapi aspek keselamatan fisik, TelkomGroup mengintegrasikan kesejahteraan karyawan melalui kerangka Telkom Well-Being Wheel yang mencakup tujuh dimensi kesejahteraan (fisik, mental, finansial, intelektual, sosial, spiritual, dan lingkungan). Inisiatif ini memberikan dampak nyata terhadap kepuasan kerja, yang tercermin dalam Employee Engagement Index sebesar 86,71 untuk laki-laki dan 82,9 untuk perempuan, serta skor Employee Well-being di angka 77,50 yang masuk dalam kategori baik. Dengan sinergi antara kepatuhan SMK3 dan program kesejahteraan yang holistik, Telkom berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh insan perusahaan.

TelkomGroup berkomitmen memberikan layanan digital yang unggul dan inklusif dengan mengedepankan pendekatan manajemen yang Proaktif, Preventif, dan Prediktif. Melalui pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Big Data, Artificial Intelligence (AI), dan Robotic Process Automation (RPA), perusahaan berupaya mengidentifikasi serta menyelesaikan potensi gangguan layanan secara dini bahkan sebelum pelanggan mengajukan keluhan. Fokus utama perusahaan tidak hanya pada kecepatan akses, tetapi juga pada keandalan sistem TI, inovasi fitur yang relevan, serta keterjangkauan layanan guna memastikan pengalaman pelanggan yang setara di seluruh lapisan masyarakat.

Keberhasilan strategi ini tercermin nyata dalam pencapaian metrik Net Promoter Score (NPS) yang terus menunjukkan tren positif. Pada semester kedua tahun 2025, TelkomGroup berhasil mencatatkan skor NPS sebesar 63, yang menempatkan perusahaan dalam kategori "Excellence". Penilaian ini mencakup kepuasan pelanggan di berbagai segmen, mulai dari pelanggan seluler dan fixed broadband (IndiHome) hingga sektor korporasi (Enterprise) dan bisnis digital, yang membuktikan loyalitas serta kepercayaan tinggi masyarakat terhadap kualitas layanan Telkom.

Sebagai wujud nyata komitmen terhadap inklusivitas, TelkomGroup menghadirkan layanan yang ramah bagi penyandang difabel melalui penyediaan Teman Tuli di 459 titik GraPARI di seluruh Indonesia, didukung oleh petugas yang telah dibekali pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Selain itu, perusahaan menjamin keamanan dan privasi data pelanggan melalui program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) dan pemanfaatan AI untuk cyber patrol serta vulnerability assessment. Dengan integrasi teknologi cerdas dan layanan yang humanis, Telkom terus berinovasi untuk memberikan solusi digital yang aman, responsif, dan bertanggung jawab bagi seluruh pelanggan.

Dengan menyediakan layanan telekomunikasi yang terjangkau serta program pemberdayaan berbasis digital, TelkomGroup memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dapat merasakan manfaat konektivitas. Hingga tahun 2025, jangkauan layanan Telkomsel telah melampaui 97% populasi Indonesia, didukung oleh operasional 293.136 BTS. Bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Telkomsel juga telah memperluas layanan 4G/LTE hingga menjangkau 368 desa blank spot dan mendorong akses digital bagi total 1.857 desa yang sebelumnya belum terhubung.

TelkomGroup juga meyakini bahwa kapabilitas digital yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis digital, seperti Digital Learning School, DigiUp, Indonesia Digital Learning, pemberdayaan disabilitas, hingga penguatan kapasitas UMKM. Pada tahun 2025, program Digital Learning School telah menjangkau 495 sekolah, DigiUp berhasil meluluskan 1.471 peserta sertifikasi, serta Indonesia Digital Learning memberikan pelatihan kepada 1.371 guru.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penciptaan nilai bersama, Telkom mengalokasikan total investasi TJSL sebesar Rp169,3 miliar pada tahun 2025 yang mencakup pilar lingkungan, sosial, ekonomi, serta hukum dan tata kelola. Dari inisiatif ini, Telkom berhasil mencatatkan skor CSR (TJSL) Index sebesar 87,87 pada tahun 2025. Capaian ini menempatkan kegiatan TJSL Telkom pada kategori baik atau completely high, yang menunjukkan pengaruh positif terhadap citra perusahaan.